Dugaan Korupsi “DUKCAPIL” Musi Rawas Akan Di Laporkan

Musi Rawas – [Bintang Hukum.Com] Dengan kuatnya dugaan korupsi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DUKCAPIL) Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan terkait penggunaan anggaran yang menelan dana miliaran di tahun 2021 Aktivis Mohammad Sancik turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran dan mensinkronkan data yang di milikinya

Saat di wawancarai Mohammad Sancik sapaan akrab Sancik yang merupakan Aktivis control sosial yang perduli akan perkembangan pembangunan daerah khususnya di kabupaten Musi Rawas yang sempat lagi berada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DUKCAPIL) merasa miris dengan fakta di lapangan (19/4)


“Dari sudut pandang dan data yang saya miliki untuk tahun 2021 ada beberapa item kegiatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DUKCAPIL) Kuat dugaan korupsi dan Mark up oleh oknum,”


Saat wartawan Bintang Hukum.Com menanyakan  kegiatan apakah yang di duga kuat unsur korupsi dan Mark up


Menurutnya Sancik” Terlihat kuat dugaan Mark up dan Fiktif dari sarana dan prasarana gedung yang cat dinding berjamur serta di beberapa titik pelapon jebol terkesan tidak ada perawatan serta buruknya sistem pelayanan, Ini saya kasih contoh saja 2item pada prinsipnya masih banyak kajian yang bakal saya singkronkan untuk di laporkan,ke pihak Aparat penegak hukum (APH),” Jelas

Kemudian waktu di tanyakan langkah apa yang akan di tempuh atas Kuat nya dugaan Korupsi dan Mark up

Lanjutnya Sancik,”Dalam waktu dekat ini jika bukti,data dan keterangan sudah valid kita akan melakukan upaya langkah hukum untuk segera melakukan laporan terkait dengan dugaan Korupsi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DUKCAPIL) jangan sampai sistim pemerintahan di kabupaten Musi Rawas kuat dugaan di nodai oleh segelintir oknum dan kelompok yang ingin mencari keuntungan dan memperkaya diri dari uang rakyat,”


Jalur dan upaya hukum apa yang akan di lakukan (tempuh) untuk permasalahan ini


“Adapun upaya hukum untuk melaporkan kegiatan dugaan korupsi ini akan saya laporkan ke kejaksaan negeri (KEJARI) Kota Lubuk Linggau  dan beberapa tembusan ke pihak terkait termasuk Tipikor polres Musi Rawas,”Tegas Aktivis Muhammad Sancik (Ferry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *