Kami Duga Kadis PU BM Lakukan Kebohongan Publik, Kalau Salah Hitung, Proyek Yang lain Harus Batalkan Juga

MUSI RAWAS, bintanghukum.com – Beredarnya pemberitaan Penundaan pembangunan Jembatan Desa Pelawe di Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas, membuat sejumlah kalangan Masyarakat bertanya-tanya.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Musi Rawas, Alawiyah,ST usai mengikuti upacara peringatan UU Pokok Agraria di Kantor BPN setempat, Senin (26/9/2022)

Pertanyaan berdatangan dari kalangan masyarakat Salah satunya dari Tokoh Muda Pelawe Jekki Pelkandis, S.Sos, M.M

Menuturkan dirinya sangat kecewa dengan adanya penundaan pembangunan Jembatan Desa Pelawe Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas Pada Tahun 2023 mendatang. Padahal, telah dianggarkan pada tahun 2022.

“Ya, kita sangat kecewa adanya penundaan pembangunan Jembatan tersebut. Kita berharap, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas untuk tidak mengecewakan masyarakat Pelawe. Karena, Desa Pelawe adalah salah satu Desa Penghasil Migas dan sebagai penyumbang yang cukup besar Dana Bagi Hasil Migas untuk Kabupaten Musi Rawas.”Imbuhnya”.

Alasannya penundaan pembangunan, dikarenakan kenaikan harga baja dan dampak kenaikan BBM menyisakan tanda tanya besar terkait perencanaan yang dilakukan mengingat pekerjaan ini adalah pekerjaan lanjutan bukan memulai dari awal kok bisa sampai terjadi adanya kesalahan perencanaan . bagaimana mekanisme penyusunan Standar Satuan Harga (SSH) dan Analisis Standar Biaya (ASB) dilakukan apakah benar tidak memperhitungkan akan terjadinya kenaikan harga??? “tanyanya”

“Kalau memang salah hitung bahan baku dalam petencanaan awal, mestinya semua proyek fisik itu dibatalkan juga. Jangan ada “Pembohongan Publik ” dan jangan pula masyarakat di buat bodoh”. Ujar Jekki.

Menurutnya, “Jembatan ini adalah harapan besar masyarakat Pelawe karena merupakan akses terdekat yang bisa dilalui oleh Kendaraan Roda 4 untuk menuju keluar, maka akan sangat berdampak sekali terhadap perekonomian masyarakat Pelawe”.

Teks & Editor : awang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *